Oleh
Mayshiza Widya*
Aku
sudah lama melirikmu, sesekali mengedipkan mata, tapi tak jua kau hiraukan.
Bahkan ketika sapa manjaku kulantunkan sebagai lagu cinta untuk kupersembahkan
padamu, kau tetap tak bergeming. Haru, aku telah lama memendam hasrat untuk
bisa menerbitkan novel, antologi puisi, atau antologi cerpen melalui dirimu.
Dan
setelah dua tahun aku mengenalmu, jangankan untuk menatap lembut binar mataku
yang bening, sekedar mendengarkan dendang merduku pun sepertinya kau enggan.
Dan tahukah engkau, aku nyaris putus asa karenanya. Karena sikap yang kau
tunjukkan padaku. Karena kesempatan yang nyaris tak pernah ada untukku. Sekali
lagi, kuhitung celengan ayamku. Kembali bayangan tulisan buah karyaku berada
dalam deretan koleksi buku terbitanmu. Tapi lagi-lagi khayalan itu buyar
bersamaan dengan waktu yang terus melaju. Kadang aku ingin memberanikan diri
untuk bicara padamu dari hati ke hati, mengatakan bahwa aku benar-benar menaruh
hati padamu, dan mempertanyakan tentang bolehkan kau beri aku kesempatan untuk
menerbitkan sebuah tulisan atas nama cintaku yang tak terbalaskan? Tapi
kuurungkan lagi niat itu, keberanian yang buncah dalam dadaku menjadi mungkret,
lenyap bersama guguk tangisku. Haru, tidakkah kau baca pertanda apa ini?
kelopak mawar liar tumbuh dihatiku, kuncupnya merekah, berkembang, dan akarnya
berakar jauh menembus jantungmu. Tapi kau malah memalingkan wajahmu, dan dengan
acuh kau tersenyum sinis lalu pergi tanpa seutas kalimat dari bius bibirmu.
Haru,
aku masih disini, menunggu batu dijantungmu lumer dan mencair. Sehingga
kutemukan lagi serpih harapan diporak lalu. Untuk menyandingkan namaku sebagai
pengantin dideretan rak buku yang berjajar dalam penerbitanmu. Haru, barangkali
celengan ayamku tak bisa memupuh harapan lebih besar untuk menyampaikan isi
hatiku, buah cintaku, juga bongkahan rinduku yang menggebu. Tapi aku percaya
satu hal bahwa, seberapa jauhnya engkau dariku. Namamu selalu ada dibingkai
hati ini. I can’t believe how much I love u, haru!
“Penulis
ialah seorang mantan pimred Buletin Det!k dan Suara Pemuda, bulletin yang
terbit bulanan di local kudus. seorang penggiat komunitas baca Our Readingpark
dan penikmat sastra. Bukunya berjudul, Manuskrip Ketuhanan; Dialektika Cinta
baru saja realize bulan Februari 2013 ini. dan saat ini ia tengah menyelesaikan
beberapa novel terbarunya. Twitter: @maytaqwallah. Fanpage:
www.facebook.com/mayshiza.widya1.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar