Media ternyata menjadi biang keladinya
Maraknya berbagai
media, baik cetak maupun elektronik yang menayangkan berita-berita
seputar pembunuhan berantai yang dilakukan oleh Ryan atau yang memiliki
nama asli Very Idam Heniansyah di Jombang, Jawa Timur tak urung membuat
kita bergidik ngeri. Bahkan juga menimbulkan tanda tanya besar dalam
hati kecil; “Kenapa ya orang yang dikenal ramah, sopan, dan mempunyai
latarbelakang religiusitas tinggi seperti itu bisa-bisanya melakukan
aksi pembunuhan?”.
Sering terjadi
Ternyata jika ditelisik
lebih jauh, kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Ryan tersebut bukanlah
yang pertama terjadi. Ada puluhan, ratusan, bahkan ribuan orang
melakukan hal itu, tentunya dengan modus yang berbeda-beda. Dan banyak
faktor yang memicu gejala ini terjadi, sehingga membuat sang pelaku
menjadi gelap mata.
Kondisi ekonomi bangsa yang morat-marit tak
pelak menimbulkan ketegangan di tengah-tengah masyarakat. Belum lagi,
kita bisa saksikan, ternyata hampir setiap hari media massa seperti;
koran harian dan televisi menyuguhkan berita-berita kriminal ketimbang
berita-berita yang mendidik dan membangun moralitas bangsa.
Bisa
jadi karena banyaknya persoalan yang kian menghimpit dan mempreasire
masyarakat itulah, para pelaku menjadi tidak bisa berfikir rasional.
Sehingga pada akhirnya, pembunuhan dianggap sebagai salah satu jalan
keluar paling efektif untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi.
Budaya masyarakat akibat media
Televisi
maupun koran harian memang merupakan sarana komunikasi utama bagi
sebagian besar masyarakat di seluruh dunia, tak terkecuali dengan
Indonesia . Dan harus diakui pula bahwa ia cukup andil dalam membentuk
sikap dan perilaku khalayak. Layaknya sebuah virus, media massa seolah
telah mengkontaminasi otak manusia hingga tingkat parah dengan budaya
yang diciptakannya. Sehingga memiliki dampak yang luar biasa dalam
pembentukan budaya masyarakat.
Menu-menu yang disuguhkan pun
menjadi sangat beragam, sehingga tak ada batasan yang jelas tentang
sistem nilai etika dan estetika. Dan sah-sah saja jika media massa
menampilkan banyak pemberitaan yang kontroversial, karena hal tersebut
yang justru akan menaikkan ratting penjualan dan meningkatkan minat beli
masyarakat.
Akan tetapi yang sangat disayangkan, apabila hal itu
memberikan banyak berdampak negatif bagi masyarakat daripada dampak
positif yang ditimbulkan. Betapa tidak, aksi pembunuhan yang tadinya
dianggap tabu untuk diperbincangkan untuk khalayak, dengan hadirnya
media massa hal itu menjadi menarik dan patut disimak. Sebagaimana kasus
pembunuhan yang dilakukan oleh Ryan, kejiwaan yang labil ditambah
kondisi lingkungan yang menuntut banyak terhadapnya, juga pemberitaan
media massa yang lebih sering menyuguhkan berita kriminal, bisa jadi
turut berperan dalam mengindpirasi kasus ini terjadi.
Dan jika
ini terus saja dibiarkan, maka media massa dapat merusak tatanan sosial
dan kebudayaan bangsa. Hal ini terlihat dari semakin ditonjolkannya
eksploitasi seks, budaya kekerasan, budaya konsumerisme, hedonisme, dan
sebagainya.
*tulisan ini pernah dimuat dalam kompas, 1 agustus 2008
Tidak ada komentar:
Posting Komentar