Magetan City: Mama Baru Buat Papa



Pagi ini tidak seperti biasanya, Rani tampak murung dan mengunci diri di kamar. Padahal biasanya dia akan meminta Mang Udin mengantarnya untuk jogging di senayan atau menyuruh Bik Iyem membuatkan perbekalan untuk piknik ke beberapa tempat wisata terdekat, seperti; kota tua, museum, taman mini, monas, ragunan, atau malah ke puncak. Kali ini ia hanya melewatkan akhir pekannya dengan nonton TV sambil mengunyah pop corn caramel favoritnya dikamar. Bik Iyem dengan ragu mengetuk pintu nona majikannya itu. Hendak menanyakan ada apa gerangan sedari pagi Rani tidak juga keluar dari kamarnya, padahal dia tahu betul bahwa Rani tergolong anak yang rajin dan suka bangun pagi.



Opini Kompas

Media ternyata menjadi biang keladinya

Maraknya berbagai media, baik cetak maupun elektronik yang menayangkan berita-berita seputar pembunuhan berantai yang dilakukan oleh Ryan atau yang memiliki nama asli Very Idam Heniansyah di Jombang, Jawa Timur tak urung membuat kita bergidik ngeri. Bahkan juga menimbulkan tanda tanya besar dalam hati kecil; “Kenapa ya orang yang dikenal ramah, sopan, dan mempunyai latarbelakang religiusitas tinggi seperti itu bisa-bisanya melakukan aksi pembunuhan?”.


Kencan Pertama

 Cerpen Mayshiza Widya*

"Selamat malam, Ene! Gaunmu indah, kau tampak anggun", puji Gray di pesta dansa malam itu. Kami baru kenal lima menit yang lalu. Aku tersanjung, tersipu, wajahku sedikit memerah. Gray mengulurkan tangannya, dan aku menyambutnya dengan bangga. Digapitnya tanganku yang dingin di atas pundaknya, dan kedua tangan Gray melingkar di pinggangku. Kami bergoyang mengikuti alunan musik, ke kanan dan ke kiri. Dadanya yang lapang menyentuh lembut dadaku. Kurasakan detak jantungnya berhitung. Satu-satu. Bahkan aroma nafasnya menyerengak di hidungku.

Bunting

 Oleh : Mayshiza Widya

Ibu pernah bercerita tentang tetangga Bulek di kota yang bunting duluan sebelum menikah. Eh, hamil. Saat itu aku tak memberi komentar apa-apa, hanya tertawa sengit. Karena ekspresi itu bisa bermakna ganda. Kemungkinan pertama, aku dianggap menertawakan kebodohan mereka yang kecolongan. Kok bisa sih sidah banyak beredar “pengaman”, tapi tetep bocor juga.
Kemungkinan yang kedua, aku turut bahagia atas keberhasilan mereka memproduksi anak. He…he…he…

Hindarkan Kudapan Manis Pada Si Kecil



Oleh Mayshiza Widya*

Coklat, permen, dan aneka kudapan serba manis tentunya membuat semua orang suka. tak terkecuali dengan anak-anak. tapi kebiasaan mengkonsumsi kudapan manis terlalu berlebihan tentunya akan berdampak buruk bagi kesehatan. Resiko diabetes, memicu kenaikan berat badan (obesitas), karies gigi, dan resiko terserang penyakit jantung. 

Haru dan Aku : Kasih Tak Sampai


Oleh Mayshiza Widya*

Aku sudah lama melirikmu, sesekali mengedipkan mata, tapi tak jua kau hiraukan. Bahkan ketika sapa manjaku kulantunkan sebagai lagu cinta untuk kupersembahkan padamu, kau tetap tak bergeming. Haru, aku telah lama memendam hasrat untuk bisa menerbitkan novel, antologi puisi, atau antologi cerpen melalui dirimu. 

Reforma agraria : gerbang bagi perubahan Indonesia


                      
Oleh : Mayshiza Widya*

“…Beberapa juta jiwa sekarang hidup dalam keadaan pagi makan, petang tidak. Mereka tidak bertanah dan beralat lagi, tidak berpengharapan dibelakang hari. Kekuasaan atas tanah pabrik, alat-alat pengangkutan, dan badan perdagangan, kini semuanya dipusatkan dalam tangan beberapa sindikat…”, (Tan Malaka)