Oleh Mayshiza Widya*
Kendaraan
pribadi kini bukan lagi merupakan barang mewah, pasalnya hal itu sudah menjadi
kebutuhan hidup masyarakat. Sehingga meledaknya permintaan pasar terhadap
kendaraan pribadi seperti; mobil dan motor nyatanya memicu munculnya persoalan
pelik di masyarakat yang sulit diurai. Kemacetan dikota-kota besar tak ayal
nyaris terjadi setiap hari, terlebih di jam-jam sibuk seperti berangkat-pulang
sekolah dan berangkat-pulang kerja.
Hal lain yang
juga menjadi momok bagi kemacetan ialah akses jalan yang sempit dan tata tertib
lalu lintas yang sering dilanggar oleh para pengendara. Selain itu, pelayanan
public seperti angkutan umum, bus kota, metromini, bahkan bajaj semakin
memperparah konsidi kemacetan lantaran ugal-ugalannya para sopir dalam
melajukan kendaraannya. Belum lagi, persoalan gorong-gorong disepanjang jalan
yang terlalu kecil dan tak mampu menampung debit air ketika turun hujan dan
tidak adanya daerah resapan air disepanjang jalan kerap menimbulkan dampak
banjir yang sangat mengganggu kenyamanan berlalu lintas. Ditambah kerusakan
badan jalan akibat banjir mengkhawatirkan masyarakat dan menambah angka
kecelakaan lalu lintas.
Sayangnya hal
tersebut diatas tidak hanya terjadi disalah satu kota di Indonesia, melainkan
hampir dialami oleh kota-kota yang menjadi langganan banjir. Sepertinya
masyarakat perlu tegas terhadap birokrasi pemerintahan yang sedang memegang
tampuk kepemimpinan agar hal semacam ini bukan lagi menjadi persoalan klasik
dan klise sehingga tidak cukup hanya dijawab dengan apologi dan beretorika.
Masyarakat
membutuhkan realisasi atas janji dan hal pertama yang harus dilakukan oleh para
apparatus pemerintahan ialah memperbaiki semua fasilitas pelayanan public yang
ada di Indonesia, menyelesaikan problem yang kerap muncul seperti banjir dan
kemacetan, juga meminimalisir tingkat kecelakaan berlalu lintas yang berujung
pada kematian. Ironis memang, namun tidak bisa disepelekan begitu saja. Hasur
ada prakarsa plitik yang melibatkan berbagai element pemerintahan dan
masyarakat untuk ikut serta dalam mengurai persoalan ini. sehingga kehidupan
masyarakat semakin berkualitas karena mereka tak perlu menghabiskan banyak
waktu untuk antri melewati jalan tol atau terjebak kemacetan parah, karena produktifitas
masyarakat disadari atau tidak cukup menentukan perubahan suatu bangsa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar