Rindu Indonesiaku
Aku
rindu negeriku yang damai, permai; Bukan negeri yang penuh dengan para koruptor
yang putus urat malunya. Aku rindu negeriku yang gemah ripah loh jinawi, subur
sarwo tinandur; bukan negeri yang
dipenuhi berbagai project gedung-gedung pencakar langit yang melahirkan banjir
dan penggusuran lahan secara paksa. Aku rindu pada kampung halaman, pada tanah
pertanian, pada negeri agraris; bukan negeri industry yang memiskinkan
rakyatnya, yang penuh dengan polusi, dan limbah pabrik yang mencemari
lingkungan.
Indonesia,
usiamu kian menua tapi rasanya kesejahteraan bagi seluruh rakyatmu masih dalam
batas mimpi dan sulit terpenuhi. Tidakkah kau lihat, bagaimana si miskin yang
telanjang kaki mengais nasi bekas di tong sampah karena perutnya yang lapar?
Tidakkah kau lihat pesakitan di emperan toko yang diusir karena dianggap
mengganggu ketertiban, keamanan dan keindahan kota? Aih, kau pasti tak melihat
mereka di istanamu yang megah itu. Yang didalamnya penuh aksi basa-basi para
pejabatmu yang korupt semua. Yang didalamnya dijejali dengan janji-janji yang
tak pernah ditepati.
Tapi
kau perlu tahu satu hal, dalam keputusasaanku ini, dalam kemarahanku yang
tertahan didada, dalam kebencianku pada kebusukan negerimu, aku ternyata masih
menyimpan sebuah harapan. Dan mudah-mudahan itu cukup sebagai alasan untukku
terus mencintaimu, terus melabuhkan mimpi yang aku sendiri tak pernah tahu bisa
atau tidak terealisasi. Harapan dan mimpi untuk menmjadikan negerimu sebagai
negeri yang mampu mensejahterakan seluruh rakyatnya, tanpa terkecuali.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar